Liga Champions

Schalke 04 bukanlah tim unggulan di Liga Champions. Tapi, mereka terbukti bisa melangkah ke perempat final dan akan menjamu Barcelona di Arena AufSchalke, Rabu (2/4) dini hari WIB.
Schalke dijamin ngotot meraih kemenangan di partai kandang ini untuk modal sebelum ganti melawat Barcelona pada 9 April mendatang. Meski tidak diunggulkan, Schalke justru terlihat lebih siap setelah menuai tiga kemenangan dan sekali imbang dalam empat partai terakhir Liga Jerman.
Sebaliknya, Barcelona tampak meragukan. Klub yang pernah dua kali juara Eropa itu ditekuk Real Betis 2-3. Barca sempat unggul 2-0 lebih dulu tapi kemasukan tiga gol hanya dalam waktu 15 menit di babak kedua. Inkonsistensi Barca ini menjadi celah yang dimanfaatkan Schalke.
Celah lain yang bisa dieksploitasi tuan rumah adalah bakal absennya sejumlah bintang Barcelona. Deco dan Lionel Messi dipastikan tidak akan bermain karena cedera. Sementara kondisi Ronaldinho dan Samuel Eto’o masih diragukan dan mungkin hanya mengisi bangku cadangan.
Pelatih Schalke, Mirko Slomka, melakukan uji coba saat imbang tanpa gol dengan Karlsruhe, 29 Maret lalu. Pada pertandingan itu, Slomka mencoba memainkan bek tengah Christian Pander sebagai gelandang kiri. Sedangkan Heiko Westermann dipasang di belakang.
“Kami sengaja mencoba-coba formasi baru untuk menghadapi Barcelona. Susunan itu ternyata masih bisa dijalankan meski kami gagal meraih kemenangan,” kata Slomka.
Untuk pertandingan nanti, Slomka akan tetap menurunkan Kevin Kuranyi dan Halil Altintop sebagai duet penyerang. “Kami harus lebih cepat menyerang dan membuka banyak peluang,” ujar Kuranyi optimistis.
Schalke pernah menjuarai Piala UEFA 1997. Tapi, mereka baru kali ini tampil di perempat final Liga Champions. Catatan itu jelas bukan apa-apa ketimbang prestasi Barcelona di turnamen antarklub juara Eropa ini.
Namun, Pelatih Barcelona Frank Rijkaard justru lebih waspada menghadapi klub medioker seperti Schalke. Apalagi, Barcelona baru saja menelan kekalahan memalukan dari Betis. “Sulit menjelaskan apa yang terjadi. Saya hanya bisa minta maaf kepada para pendukung. Sebagai pelatih, saya malu dengan kekalahan itu,” kata Rijkaard.
Menghadapi Schalke, Rijkaard menuntut para pemainnya bermain kolektif. Menurutnya, hasil akhir pertandingan ditentukan oleh peran seluruh anggota tim dan tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja.
“Kekalahan atau kemenangan adalah milik tim. Tidak bisa menimpakan kesalahan hanya pada beberapa orang saja,” kata pelatih asal Belanda itu.
“Solusinya, Barcelona harus bermain seperti biasanya yaitu dengan intensitas tinggi. Kami juga harus sebanyak mungkin memainkan bola di wilayah lawan dan berusaha mendominasi lapangan selama 90 menit,” lanjut Rijkaard.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: