(0) AS Roma v Manchester United (2)

Liga Champions musim ini tidak ramah bagi klub-klub Italia. Satu per satu duta Negeri Pizza itu tersingkir. Dan, satu-satunya wakil Italia yang masih bertahan di perempat final, AS Roma, sepertinya bakal menyusul. Kekalahan 0-2 (0-1) atas Manchester United di leg pertama dini hari kemarin WITA merupakan alasan utama.
Ya, karena hasil negatif itu terjadi di Olimpico yang notabene kandang Roma. Agar bisa lolos ke semifinal, klub berjuluk Giallorossi harus menang dengan selisih minimal tiga gol di Old Trafford Rabu (8/4) pekan depan. Logikanya, kalau di kandang sendiri keok, apalagi meraih kemenangan di kandang lawan.

Tugas Roma makin berat karena United punya rekor bagus di Old Trafford selama Liga Champions musim ini. The Red Devils (sebutan Manchester United) selalu menang dari empat kali menjamu lawan-lawannya. Secara keseluruhan, United belum pernah kalah (tujuh kali menang dan dua kali seri).

Memang sebelum pertandingan, Roma mengklaim tidak lagi trauma dengan United yang pernah membantai mereka 7-1 musim lalu. Tapi, hasil kemarin justru menjadikan pasukan Luciano Spalletti itu malu dua kali. Malu terhadap lawan dan malu di depan Romanisti (fans AS Roma).

Sekalipun sudah selangkah menuju semifinal, United tak mau besar kepala. “Kami hanya berusaha meraih kemenangan di setiap pertandingan. Kami juga merasa dinaungi keberuntungan karena Roma memiliki lebih banyak peluang,” ungkap Sir Alex Ferguson, arsitek United, sebagaimana dilansir Reuters.

Fergie, sapaan akrab Ferguson, menilai tekanan Roma di 15 menit awal dan di babak kedua sangat berbahaya. Sayang, tak satupun yang menemui sasaran. Tim tamu yang memiliki sedikit peluang, justru mampu memaksimalkannya jadi gol.

United membuka keunggulan menit ke-39 kala umpan cantik Paul Scholes dari sisi kiri pertahanan Roma disambut gerakan coming from behind dari Cristiano Ronaldo. Tandukan winger United pun bersarang mulus ke gawang Alexandre Doni. Gol ketujuh Ronaldo di Liga Champions itu (atau ke-36 musim ini) menaikkan spirit timnya.

“Gol Ronaldo sangat fantastis. Gol itu mengingatkan saya dengan masa lalu saya (kala masih jadi pemain, Red),” ucap Fergie sembari tersenyum.

Tak heran, sekalipun gempuran Roma makin gencar di 45 menit kedua, United tetap percaya diri. Tim tamu bahkan mampu mencuri kesempatan lagi. Umpan jauh Wes Brown ke tiang jauh di-heading Park Ji-Sung ke tengah gawang. Doni yang kurang lengket menangkap bola bergasil diserobot Wayne Rooney untuk menggandakan keunggulan United menit ke-66.

Harus diakui, absennya striker sekaligus il capitano Roma, Francesco Totti, sangat besar pengaruhnya terhadap ketajaman Roma. Itu pun diakui Fergie. “Mereka tidak bermain dengan visi dan skema penetrasi sebagaimana mestinya. Kehilangan Francesco Totti merupakan kerugian besar bagi AS Roma,” imbuh pelatih berkebangsaan Skotlandia itu.

Fergie juga memberikan aplaus pada kedisplinan lini belakang timnya. Padahal, United sempat dilanda kecemasan kala defender Nemanja Vidic ditarik keluar menit ke-34 akibat cedera lutut. Tapi, John O’Shea yang diplot sebagai pengganti mampu tampil brilian.

Lantas, bagaimana reaksi Roma? “Sudah jelas jika skor akhir berpihak kepada United, sekalipun kami lebih dominan di lapangan. Kami tetap tidak pesimistis karena mencetak dua gol di partai away pernah kami lakukan sebelumnya,” urai Luciano Spalletti kepada Channel4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: