Biaya Akta Kelahiran Rp10-Rp35 Ribu

Salah satu yang menjadi permasalahan dalam kepemilikan akta kelahiran tentunya adalah persoalan biaya, rumitnya birokrasi dan lambannya pelayanan. Menanggapi munculnya kekhawatiran ini, Kepala Kantor Catatan Sipil H Suriansyah menjelaskan, untuk urusan biaya sudah ditetapkan di dalam perda dengan beberapa kategori. Besarnya bervariasi mulai dari Rp10 ribu sampai Rp35 ribu. Besarnya harga itu menurut Pa Lili-demikian panggilan akrap Kakancapil ini, sesuai dengan kategori akta kelahiran yang dikeluarkan (lebih jelas bisa dilihat pada tabel, Red).
“Ada tiga macam akta kelahiran, yaitu umum, istimewa dan tambahan,” ujarnya.

Akta kelahiran umum maksudnya adalah akta yang diberikan kepada anak yang dibuatkan akta sebelum umur 2 bulan. Apabila orang tuanya mengajukan pembuatan akta diatas umur itu, untuk anak-anak yang tahun kelahirannya diatas tahun 1986, maka akta kelahirannya termasuk istimewa.

“Sedangkan akta tambahan untuk anak yang kelahirannya dibawah tahun 1986,” imbuhnya.

Biaya pengurusan akta juga lebih mahal untuk anak ketiga, dibandingkan dengan anak pertama dan kedua. Kemudian, bagi yang menginginkan perubahan nama pada akta kelahirannya, maka dikeluarkan kutipan akta ke 2.

“Semua kategori sudah ditetapkan dalam perda nomor 12 tahun 2003, tapi kan ini untuk sekali seumur hidup,” jelasnya.

Namun selain itu, menurutnya masih ada biaya tambahan, yaitu pengganti formulir Rp1000 dan laminating Rp2000. Kemudian untuk pembuatan akta juga diperlukan 2 orang saksi. Bisa dibawa sendiri atau meminta bantuan pegawai dari kantor catatan sipil.

“Nah, untuk persoalan ini tergantung yang membuat akta, terserah berapa insentif yang mau diberikan, tentunya jangan sampai memberatkan,” ujarnya.

Terkait dengan lamanya waktu pengurusan, untuk akta kelahiran umum dan tambahan, asal persyaratannya lengkap, Lili menjamin cukup 2-3 hari kerja, sedangkan bagi akta istimewa, ia tidak bisa memastikan, karena diperlukan SK Bupati.

Lebih lanjut ia menyebut satu persatu persyaratan untuk membuat akta, yaitu mengisi formulir surat pemberitahuan kelahiran, surat keterangan kelahiran anak dari RS atau bidan, surat keterangan kelahiran anak dari desa atau kelurahan, fotocopy akta nikah/perkawinan orang tua, KTP orang tua dan kedua saksi, ijazah yang bersangkutan bagi yang sudah memiliki. Khusus bagi WNI keturunan ada dilengkapi dengan keputusan kewarganegaraan dan keterangan ganti nama.

“Bagi yang tidak memenuhi persyaratan diatas, maka kami tidak bisa melayani,” ujarnya.

Untuk memudahkan pengurusan dan meringankan biaya, Lili juga berpesan agar yang bersangkutan atau orang tuanya mengurus sendiri dengan datang ke kantor catatan sipil, jangan melalui calo. “Bagi yang belum jelas bisa menanyakan langsung di loket pelayanan kami,” tandasnya. (bin)
Biaya Cetak Akta Kelahiran

(Sesuai Perda No 12 Tahun 2003)
Kategori Biaya

A. Umum

– Anak ke 1 dan 2 Rp10.000

– Anak ke 3 dst Rp15.000

– Kutipan Akta ke 2 Rp25.000

B. Istimewa

– Anak ke 1 dan 2 Rp15.000

– Anak ke 3 dst Rp20.000

– Kutipan Akta ke 2 Rp30.000

C. Tambahan

– Anak ke 1 dan 2 Rp20.000

– Anak ke 3 dst Rp25.000

– Kutipan Akta ke 2 Rp35.000

Sumber: Kantor Capil Tala

Ditulis dalam berita. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Biaya Akta Kelahiran Rp10-Rp35 Ribu”

  1. ari sam Says:

    Saya mau tanya.bagaimana cara mengurus akta kelahiran anak asuh dari pasangan keluarga duluar nikah?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: